GELAR KRIYA DEKRANASDA 2018 

Surabaya – Dalam rangka HUT Dekranas ke-38, PT. Debindo Mitra Tama di dukung oleh Dekranasda Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan “Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2018″ di Grand City Surabaya,(15/3).Pagi
Pameran ini akan menampilkan produk-produk kriya hasil pengrajin binaan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), berupa craft, mebel. produk kulit dan alas kaki, perhiasan dan aksesoris, produk logam serta batik, bordir, tenun. Digelarnya pameran ini selain menampilkan keunikan serta keragaman berbagai kerajinan UKM binaan Dekranas juga sebagai ajang promosi sehingga produk tersebut berguna dan siap menghadapi persaingan ekonomi global.

Selain itu dipameran ini para pelaku ukm juga dapat meraih peluang dan memperluas jaringan bisnis, transaksi dagang langsung bagi segenap instansi pemerintahan, dunia usaha dan seluruh Iapisan masyarakat dengan konsumen retail maupun grosir, dan meningkatkan image serta visibilitas produk.

Pameran ini akan diikuti oleh total 100 peserta yang menempati 83 stand dengan variasi peserta adalah : Dekranasda Provinsi/Kota/Kabupaten, mitra binaan BUMN/BUMD , serta Usaha Kecil Menengah yang bukan mitra binaan. Selama 4 hari pameran akan diisi acara yang sangat menarik, di mulai adanya peragaan busana dari 38 kabupatenlkota Jawa Timur yang menampilkan motif motif batik terbaru, sharing session & semi workshop tentang digital marketing dari Bukalapak, ada talkshow seru tentang seni fotografi, art & business photography oleh Yuyung Abdi, Lomba mewarnai, talkshow kecantikan, talkshow kesehatan dan masih banyak yang lainnya.

TUJUAN STRATEGIS

1 Menciptakan ajang promosi berskala nasional bagi produk unggulan batik, bordir dan aksesoris pendukung.

2. Meningkatkan peluang pasar domestik.

3. Mengembangkan potensi pasar internasional .

4. Mengembangkan desain desain terbaru.

5. Meningkatkan kecintaan pemakaian produk dalam negeri.

6. Memberi pengetahuan / edukasi tentang industri batik.

7. Mempertemukan dan menjalin relationship stakeholder industri batik

seperti perajin, agen, distributor, pedagang, pembeli grosir, dsb.

8. Mempertemukan pasar offline dan online dalam satu tempat pameran.(TH)

Bagikan berita ini
29 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *