Empat Karyawan Hollywings Ajukan Pledoi

SURABAYA – Keroyok pengunjung yang menikmati malam di penghujung tahun, empat karyawan Cafe Holywings dituntut 10 bulan penjara.

Damang, selaku, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri,Surabaya, menyatakan para terdakwa pengeroyokan terbukti melanggar pasal 170 KUHP pidana.

“Menuntut terdakwa, Baehaqi, Agus Ambon, Randy, Danang dan Farid. Masing-masing pidana 10 bulan penjara,”ucap JPU, di ruang Garuda I, Pengadilan Negeri, Surabaya, pada Rabu (23/5).

Atas tuntutan JPU, lima terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, mengajukan nota pembelaan (pledoi) melalui surat.

Inti nota pembelaan berupa, para terdakwa sudah ada perdamaian oleh para korban dan meminta keringanan hukuman.

Perlu diketahui, empat karyawan cafe Holywings, duduk di kursi pesakitan secara bersama bersama di Pengadilan Negeri Surabaya akibat pengeroyokan dengan pengunjung, sedangkan 1 orang masih dinyatakan DPO

Kelimanya adalah Baehaqi, Agus Ambon, Randy, Danang dan Farid dan Muklis (DPO).

Awal pengeroyokan, pada hari Senin 01 Januari 2018 sekitar pukul 02.00 Wib, saat pengunjung cafe yang bernama Andy Pratomo Soetikno dan Roby Soegiarto serta Yudian Lukman terlibat keributan.

Atas keributan tersebut, Kevin Tanjaya selaku pemilik dan penanggungjawab operasional Cafe Holywings berusaha melerainya. Namun pada saat melerai Kevin Tanjaya justru dipukul oleh Andy Pratomo dan Roby Soegiarto.

Lima karyawan merasa tidak terima secara serentak melakukan pemukulan terhadap pengunjung. Holikur Rohim terdakwa sekaligus bartender cafe Holywings mengambil krat tempat botol minuman lalu naik ke meja bar sambil melompat memukulkan krat botol ke punggung pengunjung (Andy Pratomo) sebanyak satu kali selanjutnya.

Muklis satpam Cafe Holywings juga memukuli pengunjung dengan menggunakan kursi kayu dengan penyangga dari besi hingga terjatuh dan mengeluarkan darah pada bagian kepala.

Sedangkan terdakwa Rendy Fitra Ramadhan selaku operator musik juga marah dan memukul kepala Roby dengan tangan kosong satu kali dan melempari tiga botol kecil air mineral kosong yang mengenai kepala Roby.

Melihat kejadian itu, terdakwa Danang Pramana Putra selaku supervisor cafe juga ikut memukul kepala Roby sebanyak dua kali, selanjutnya saat Roby berlari menuju dapur giliran terdakwa Ishaq Baihaqi memukuli Roby dengan kuali penggorengan.

Atas kejadian itu korban Andy Pratomo dan Roby Soegiarto mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit

Hasil pemeriksaan berdasarkan Visum Et Repertum Sementara Nomor : 445/ 01.01/ VER/ 304/ 2018 Rumah Sakit Umum Haji, Surabaya dengan dokter pemeriksa dr. Bambang Rachmayanto tanggal 01 Januari 2018 ,disimpulkan Andy Pratomo mengalami luka robek pada dahi dan kepala bagian atas sebelah kanan, luka robek pada bagian atas tengah dan kepala bagian samping kanan.

Sedangkan Visum Et Repertum No.VER/ 02/ 1/ 2018 Rumah Sakit Mitra Keluarga dengan dokter pemeriksa dr Gilang Kristiawan Suharyono, tanggal 02 Januari 2018 menerangkan bahwa korban Roby Soegiarto, ditemukan luka terbuka dikepala atas ukuran lima kali satu senti, dalam satu senti, tepi luka tidak rata, ada jembatan saringan luka terbuka di kepala belakang ukuran tiga kali satu senti dalam satu senti, tepi luka tidak rata, ada jembatan jaringan bengkak pada siku tangan kiri, nyeri saat ditekan dan digerakkan, siku kiri tampak melengkung tidak lazim.   (Slamet)

Bagikan berita ini
5 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *