DPW Peradin Jawa Timur Menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA)

Surabaya – Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (DPW Peradin) Jawa Timur , tahun 2018 ini kembali menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Penyelenggaraan PKPA Anggakatan  ke Lima  di Hotel Said Surabaya,Sabtu (14/4).Pagi.

Advokat merupakan profesi yang memberikan jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan Undang-undang Advokat. Untuk dapat menjadi Advokat, seseorang harus terlebih dahulu mengikuti pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) yang diadakan oleh Organisasi Advokat. Seperti yang dilakukan oleh Peradin Jawa Timur mengadakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat untuk memberikan kesempatan bagi setiap orang menjadi Advokat.

Ketua BPW PERADIN  Jatim, Tjuk Hariyono didampingi Rohman menyatakan, pendidikan advokat PERADIN kali ini, sebenarnya akan dibuka oleh Ketua Umum PERADIN, Prof Frans Hendra Winata SH MH.

“Sebenarnya beliau yang akan buka pendidikan advokat PERADIN kali ini. Namun, tidak bisa hadir karena ada kegiatan di Singapura,” ucapnya.

Menurut Tjuk Hariyono, pendidikan advokat angkatan ke-5  ini diikuti 23 peserta yang biasanya selalu ada penambahan peserta.  “Mereka mengikuti pendidikan advokat, mengikuti ujian dan penyumpahan Pengadilan Tinggi (PT),” ucapnya

Mereka yang mengiktuti pendidikan advokat adalah para lulusan dari Fakultas Hukum yang berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang belum dapat pekerjaan,  akan ditampung oleh PERADIN.

Dan selanjutnya mereka dididik menjadi avokad  profesional dan tangguh  yang nantinya bisa menciptakan pekerjaan sendiri.

“Kami mendidik mereka jadi advokat profesional dan mandiri. Kalau  ada kesempatan bekerja di Kejaksaan , pengadilan, atau bekerja di mana saja, silahkan saja. Pendidikan advokat ini bisa menjadi profesi, bahkan mereka  bisa menjadi bagian legal perusahaan,” kata Tjuk Hariyono didampingi M Rudi, pengurus PERADIN Jatim.

Dijelaskan Tjuk, lama pendidikan advokat PERADIN selama 1,5 bulan,  yang pengajarnya adalah dosen terbaik yang berasal dari PTUN, Pengadilan Militer, Kejaksaan Tinggi, Polda Jatim, Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi.

“Pendidikan advokat PERADIN terbilang lebih murah dan mutunya terbaik dibandingkan  yang lainnya,” ucap Tjuk.

Sadar akan hal tersebut. PKPA ini sangat dibutuhkan, agar para sarjana hukum yang hendak menjadi seorang advokat ini, harus memiliki kualitas, serta mendalami profesi advokat sesuai dengan tahapan dan prosesnya.

“Kami mendidik anak-anak muda menjadi  advokat yang tangguh dan menciptakan pekerjaan sendiri,” tukasnya.(TH)

Bagikan berita ini
20 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *