Diduga Korupsi Dana Kompensasi, Kades dan Sekdes Curah Dukuh, Kraton, Pasuruan Dipolisikan

Pasuruan – Dugaan tindakan Korupsi atau memperkaya diri sendiri, yang dilakukan oleh Kepala Desa Curah Dukuh Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Kota, Kamis (15/03). Berawal dari Pelaporan salah satu warga bernama Sapi’i warga Dudun Curah Dukuh Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan ke Polres Pasuruan Kota.

Dalam surat laporannya, Sapi’i menjelaskan secara detail perbuatan korupsi yang dilakukan oleh M Salam, (Kades) bersama Wahyu Firmansyah, (Sekdes). Disitu juga dipaparkan kronologinya yakni pada 8 September 2017 PGN telah memberikan kucuran dana kompensasi terkait proyek penanaman pipa gas di tanah TKD desa Curah Dukuh.

Dana tersebut diberikan sebagai kompensasi untuk pipa gas yang ditanam di sejumlah Tanah Kas Desa dengan perincian, TKD sepanjang 186 meter menerima Rp 91. 646.000. TKD sepanjang 16,5 meter mendapat Rp 7.837.500. TKD sepanjang 24,5 meter menerima Rp 11.652.500. TKD sejauh 40,5 meter mendapat Rp 19.237.000. Kemudian TKD sepanjang 86 meter dan 269, 1 meter masing menerima kompensasi sebesar Rp 41.850.000 dan Rp 103.640.000

Sejumlah dana tersebut dicairkan PGN melalui rekening Kades Curah Dukuh, M Soleh pasca rapat di balai desa bulan September 2017.

Namun dalam perjalanannya, oleh M Salam diketahui justru diberikan kepada Wahyu Firmansyah, Sekdes yang juga masih saudaranya itu sebesar Rp 77. 000.000 dari nilai total keseluruhan Rp 275.863.000 yang dicairkan oleh PGN dengan dalih untuk perbaikan jalan desa.

Celakanya, oleh Wahyu Firmansyah, dana tersebut (77juta) dikatakan telah dibagikan kesejumlah mushola dan sisanya untuk penerangan jalan desa serta pembelian tanah uruk sirtu. Kisaran nominal yang dibagikan ke beberapa mushola tersebut menurut Wahyu Firmansyah sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta.

Belakangan, setelah dicek oleh tokoh masyarakat dan warga desa Curah Dukuh ternyata semua itu bohong. Alias fiktif. Tak satupun yang dibagikan ke sejumlah mushola.

Sementara itu, menurut Ponang Adji Handoko, Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK), dana kompensasi dari PGN tersebut berpotensi besar terjadi kecurangan atau korupsi. 

“Kami sangat berharap pihak penyidik berpegang teguh pada prinsip penegakan supremasi hukum. Jangan melindungi kejahatan yang merugikan masyarakat desa!,” tegas Ponang.

Seperti diketahui, LSM AMAK yang ikut turun mengawal dan mendampingi pelaporan warga desa Curah Dukuh.

Di sisi lain, Lensanasional.co.id yang diawaki mantan aktifis kampus ini akan terus memantau apakah dugaan korupsi tersebut akan menetapkan M Salam dan Wahyu Firmansyah sebagai tersangka atau justru malah lolos. Mengingat bukti bukti tentang dugaan korupsi tersebut sangat kuat. (red/han/git).

Bagikan berita ini
51 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *