Bos Cafe Holywings Dipukul Oleh Pengunjung, Spontan Karyawan Lakukan Pengeroyokan

Surabaya – Keributan baku hantam dan saling pukul karena pengaruh alkohol saat, rayakan tutup tahun membuat 5 karyawan Kafe Hollywing terseret ke meja hijau guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, atas pengeroyokan terhadap Andi Pratomo salah satu pengunjung kafe.

Diruang Garuda I, Pengadilan Negeri, Surabaya, sidang agenda saksi, pada Rabu, (18/4/2018), digelar oleh Ali Prakoso, selaku,Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri, Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, JPU hadirkan 5 orang saksi.Para saksi diantaranya, Andi Pratomo selaku korban pengeroyokan turut hadir pemilik Kafe Hollywing yaitu, Kevin serta tampak Januar, Danang dan Romianto sebagai karyawan kafe yang mengetahui kejadian.

Andi Pratomo mengawali guna memberikan keterangan. Adapun keterangan yang disampaikan berupa, pada penghujung tahun ia bersama istri juga teman-teman nya mengunjungi kafe Hollywing, saat hendak pembayaran ada seorang pengunjung yang tidak dikenal dalam kondisi mabuk jatuh dan mengenai istri Robby (teman Andi) secara spontan Robby mendorong pengunjung maka terjadilah, keributan dan saling baku hantam.

Ia menambahkan, dalam keadaan baku hantam sang sekurity bukannya melerai malah turut saling dorong.

“Setelah suasana agak mereda, secara tiba-tiba datang Yudiarto memukul saksi dari belakang sehingga saksi pun membalas dengan pukulan”. ucapnya.

Dampak dari insiden ini, saksi mengalami pendarahan di sekitar kepala karena salah satu dari pengunjung memukul saksi dengan pecahan botol, kata saksi.

Dengan keadaan terluka saksi minggir di ujung bar namun, tanpa sebab pasti Robby dan Yudhi terlibat pertengkaran lagi sembari keluarkan sajam ( senjata tajam) namun berhasil diamankan oleh istri Robby.

Di tengah pertikaian datanglah Kevin (bos Kafe Hollywing) dengan maksud melerai dan nasib apes menimpanya dengan mendapatkan pukulan 3 kali dari saksi.

Suasana semakin panas ketika beberapa karyawan melakukan pengeroyokan termasuk juga Muklis sekurity tatkala, melihat Kevin (bos kafe hollywing) dipukul saksi.

Sesi selanjutnya, Kevin pemilik kafe dalam keterangan menyampaikan, saat ada keributan sebagai pemilik kafe ia bermaksud melerai guna meredam suasana, malah mendapat bogem 3 kali dari Andi Pratomo, tuturnya.

“Beberapa karyawan melihat pemilik kafe dipukul pengunjung secara spontan bergerak maju membantu “, singkatnya.

Keterangan pun bergulir kepada Galuh, dalam persidangan ia mengatakan, saat ia berada di kasir sangat jelas melihat Andi Pratomo memukul Kevin (bos pemilik kafe Hollywing) lalu Holilu memukul Andi.

Romianto sebagai checker juga turut memberikan keterangan berupa, rekan-rekan melakukan pemukulan lantaran, Kevin dipukul oleh Andi, ujarnya lirih.

Sedangkan Danang dalam keterangannya saat kejadian ia berupaya mengamankan botol-botol guna menyiasati agar tidak digunakan sebagai alat memukul.

Januar dalam kesaksiannya, membenarkan rekan-rekan nya memukul Andi karena majikan mereka dipukul.

Diujung persidangan, Anne Rusiane selaku Majelis Hakim beserta anggota memiliki pertimbangan, mengapa pengunjung sampai baku hantam dengan pemilik dan spontanitas karyawan membela majikannya.

Berdasarkan keterangan para saksi, Majelis Hakim mencerca Andi Pratomo (pengunjung) dengan kalimat Andi Pratomo dalam keadaan mabuk hingga tidak kontrol saat pemilik kafe berencana melerai malah dipukuli.

Disampingnya itu, Majelis Hakim juga menyarankan para pelaku pengeroyokan dan pengunjung guna meminta maaf dan saling memaafkan.

Sayangnya, Andi Pratomo tidak bisa menerima permohonan maaf karena ia juga dilaporkan dalam perkara lain. (Slamet)

Bagikan berita ini
14 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *