BNNP Jawa Timur Musnahkan Sabu Seberat 6,3Kg Dan 32Kg Ganja

Surabaya – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim menggelar pemusnahan sejumlah barang sitaan narkotika golongan 1, jenis sabu-sabu dan ganja di Kantor BNNP Jatim, Jumat (27/4/2018).Pagi.

Sabu seberat 6,3 Kg dan 32 Kg ganja dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Narkoba sebanyak itu didapat dari hasil pengungkapan BNNP Jatim selama bulan Maret 2018 dari 9 tersangkanya.

Barang bukti itu dimusnahkan dengan cara dibakar, menggunakan incinerator, di halaman Kantor BNNP Jatim. Pemusnahandisaksikan oleh Sapari Kepala BBPOM, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Jatim dan TNI.

Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Kepala BNN Provinsi Jawa Timur mengatakan daribarang sitaan itu, petugas BNN berhasil menangkap 9 orang tersangka, yang diamankan dari 5 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, di Jatim. Adapun 5 lokasi penangkapan itu, diantaranya Banyuwangi, Sedati Sidoarjo, Kedung Cowek Surabaya dan Bandara Juanda sebanyak dua kali.

“Pemusnahan barang bukti narkotika dari sembilan tersangka, yang termasuk jaringan lapas. Mereka bisa berjalan karena dikendalikan oleh lapas. Saat ini, jaringannya sudah terputus. Kita tidak mungkin dapat ini semua, kalau kita tidak bersinergi dengan sejumlah instansi,” kata Bambang.Saat ini, kata Bambang, di Jatim ada sekitar 58 jaringan lapas, yang salah satunya merupakan tersangka yang sudah diamankan oleh petugas BNN.

Menurut Bambang, saat ini kasus narkoba di Jatim sudah mulai menurun, dari 2,2 persen menjadi 1,7 persen. Namun di luar data itu, Bambang meyakini masih ada oknum lainnya yang masih berkeliaran membawa narkotika, yang harus segera dituntaskan.”Itu hanya data. Bukan kurang tapi bertambah. Semua hari sama saja, tidak ada puasa untuk mengungkap jaringan narkoba. Operasi bukan bicara menunggu korban mati, tapi setiap hari harus kita putus,” jelasnya.

“Banyak modusnya, ada yang dibungkus pakai bungkusan kopi, disembunyikan di rice cooker, dimasukkan koper dan lain-lain. Harganya juga saat ini semakin tinggi, karena pasokannya sudah mulai susah. Tapi faktanya barang ya masih ada.Untuk itu, harus segera dituntaskan. Ayo sama-sama, perangi narkoba,” pungkasnya.(TH)

Bagikan berita ini
16 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *