Banjir dan Macet PR Besar Kandidat Pilwali Surabaya 2020

Surabaya – Macet seringkali menjadi keluhan utama bagi masyarakat Kota Surabaya. Hampir di setiap jam berangkat dan pulang kerja, keluhan kemacetan selalu dapat dengan mudah ditemukan di sosial media. Belum lagi bila musim hujan tiba dan banjir terjadi.
Hasil riset yang dirilis oleh Surabaya Survey Center (SSC) pada Hari Rabu (9/1/2019) pun menunjukkan hal yang sama. Banjir dan macet, menjadi pembenahan yang perlu segera diberi solusi bagi para responden.
“20.5 persen responden memandang hal itu (banjir dan macet) perlu untuk diperhatikan bagi Wali Kota Surabaya pasca Bu Risma. Di posisi kedua, 18.2 persen responden menganggap bahwa pembangunan infrastruktur perlu untuk menjadi fokus pembangunan. Infrastruktur ini, menurut mereka, terutama jalan,” kata peneliti SSC, Elis Yusniawati.

Sektor kriminalitas pun, lanjut Elis, juga menjadi sorotan bagi responden. “14.6 persen responden menganggap ini sebagai PR Pemkot Surabaya,” jelasnya.

“Di posisi keempat, akses bantuan pendidikan dan pengobatan gratis dianggap 13.8 persen responden sebagai hal yang butuh perhatian. Lalu sebanyak 10 persen menyatakan perlu adanya perhatian di sektor lapangan kerja,” tambah Elis.

Menariknya, meskipun sudah dikenal sebagai Kota Taman, Elis turut memaparkan jika 7.5 persen responden menganggap masalah kebersihan dan keindahan kota masih menjadi PR bagi Pemkot Surabaya.
“Selain itu, masih ada 2.6 persen yang menjawab lain-lain dan 12.8 persen menjawab tidak tahu atau bahkan tidak menjawab,” pungkasnya.


“Selain itu, masih ada 2.6 persen yang menjawab lain-lain dan 12.8 persen menjawab tidak tahu atau bahkan tidak menjawab,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hasil survey yang dirilis oleh SSC pada kesempatan ini berdasarkan pada survey yang dilaksanakan mulai 20-31 Desember 2018 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya. Riset yang dilakukan menggunakan 1000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3.1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.(TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *