Bawa Senpi Tak Berizin, Seret Rekan Lainnya Guna Diadili

Surabaya – Kartijo bin Dul komar, petugas sekuriti di salah satu tempat hiburan malam kawasan Surabaya Selatan ini, harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya, lantaran menjemput anaknya pulang dari sekolah sembari bawa senpi (senjata api).

Di ruang Garuda, Pengadilan Negeri,Surabaya, pada Rabu (9/5), sidang dengan agenda agenda dakwaan di bacakan oleh Ririn Indrawati, selaku, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri, Perak, Surabaya.

Dalam persidangan, selain,Kartijo ternyata juga ada tiga terdakwa lainnya, yaitu, M. Rohan alias Rohan bin H. Soleh, Rahmat alias Mat Levis dan Piter Alvons alias Ambon bin Albinus (berkas terpisah)

Adapun, isi dakwaan berupa, terdakwa ditangkap oleh tim Antibandit Unit Tipidter Polrestabes, Surabaya, lantaran terdakwa dicurigai dalam pinggul terlihat menonjol menyerupai gagang senpi, saat terdakwa berdiri di pinggir jalan depan SMPN 5 Surabaya, dalam rangka menjemput anaknya pulang sekolah.

Dari penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu unit senjata Api Revolver Colt SPC 38 Kaliber 0,38 inc nomor senjata 725028 dengan 6 butir peluru.

Atas perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 Tentang mengubah “Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (STBL.1948 No.17) dan Undang-Undang RI dahulu No.8 tahun 1948, serta ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Usai bacaan dakwaan, Kartijo dan ketiga terdakwa lainnya, tidak keberatan guna sesi sidang berlanjut ke pembuktian.

Dalam menyampaikan keterangannya, terdakwa memperoleh senpi dari M.Rohan dengan cara membeli seharga Rp.2.500.000,.

Sedangkan, M.Rohan mengaku senpi di beli dari Rahmat dengan harga Rp.2 000.000,.

Lebih menarik lagi, Rahmat mengaku senpi didapat dari mencuri milik Junaedi saat bersama Pieter Alfondz.

Masih menurut keterangan terdakwa, junaedi dalam kondisi tidur nyenyak di parkiran darurat tol KM 7000 arah perak,Surabaya.

“Di tambah kondisi kaca mobil terbuka tumbuhlah niat untuk mengambil senpi yang tersimpan dalam tas, paparnya.

Di penghujung sidang, Anne Rusiana selaku Majelis Hakim memberikan nasehat kepada para terdakwa.

“Kamu tau, memiliki senjata api berbahaya dan itu harus memiliki ijin. Memiliki Airsoft Gun aja ada ijinnya, apalagi senjata api,” ucapnya sembari mengakhiri sidang.   (Slamet)

Bagikan berita ini
7 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *