Bandar Narkoba Asal Malaysia Tidak Kapok Di Tangkap Petugas Bea dan Cukai Juanda Surabaya

Surabaya – Narkoba jenis sabu asal Malaysia kembali diselundupkan ke Jawa Timur. Beruntung, upaya ini berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Juanda. Tadi malam, dua kurir barang haram ini diringkus petugas sesaat turun dari pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur, Malaysia.Surabaya,Selasa (27/3)Pagi

Pada hari Senin tanggal 12 Maret 2018 sekitar pukul 15.45 WlB pesawat Air Asia (XT-327) rute Kuala Lumpur (KUL) Surabaya (SUB) mendarat di Bandara lnternasional Juanda. Petugas mencurigai seorang penumpang berinisial. P (28 Th), laki-laki,WNl. Setelah dilakukan wawancara singkat, petugas kemudian membawa penumpang tersebut ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan rontgen.

Berdasarkan image rontgen kedapatan benda asing pada dubur (anus) laki-laki tersebut. Dari hasil pemeriksaan, kedapatan 2 (dua) bungkus bubuk kristal putih yang dibungkus dengan plastik hitam dengan total bruto +137 gr (seratus tiga puluh tujuh gram). Setelah dilakukan uji narcotest oleh Laboraorium Bea Cukai, BPlB Tipe B Surabaya terhadap Kristal putih tersebut menunjukan hasil positif Sabu (Methamphetamine).

Petugas sempat terkecoh dengan S saat melewati mesin x-rey. Pasalnya, tersangka memenuhi bagian dalam rice cooker tersebut denga bawang. Namun, setelah dibongkar, petugas menemukan serbuk kristal di bagian bawah.

Sementara satu tersangka lain adalah P (26) Warga Negara Indonesia (WNI) sama seperti P (TKW), tersangka S juga membawa sabu asal Malaysia. Bedanya, P menyimpang serbuk kristal tersebut di dalam anus. Jumlahnya 137 gram.

Budi menjelaskan, sabu tersebut oleh pelaku dimasukkan dalam dua bungkus karet, kemudian dimasukkan anus. Cara ini sengaja dilakukan agar barang haram tersebut tidak terdeteksi oleh mesin x-rey.

“Memang benar, saat diperiksa tidak muncul. Namun karena gelagat mencurigakan, pelaku lantas kami bawa ke rumah sakit untuk dirontgen. Benar juga, hasil rontgen menunjukkan ada benda yang mencurigakan di dalam anus, yang ternyata sabu,” katanya.

Budi menjelaskan, kedua pelaku merupakankurir. Keduanya menjalankan tugas dari seorang bandar di Malaysia. Mereka diminta membawa sabu tersebut dan menyerahkannya kepada seorang pemesan di Surabaya. Tetapi, mereka tidak mengetahui pemesan yang dimaksud.

“Informasinya sabu ini akan diteruskan ke Madura melalui perantara di Surabaya. Tetapi, kami belum mengetahui perantara itu. Kami masih selidiki,” tukasnya.

Sementara itu, atas tugas tersebut keduanya mendapat imbalan cukup besar. Untuk tersangka S misalnya, dijanjikan Rp40juta jika berhasil membawa sabu 294 gram tersebut hingga ke tangan seorang perantara di Madura.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk proses dan pengembangan lebih lanjut.

Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Sabu (methamphetamine) merupakan Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke lndonesia merupakan pelanggaran pidana yang sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga).

Berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pada Pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-. (TH)

Bagikan berita ini
29 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *