Aliansi Sukoharjo Melawan Racun (SAMAR) Jateng Kembali Keluarkan Pernyataan Sikap Terkait Limbah PT RUM

Sukoharjo, Jateng – Aliansi Sukoharjo Melawan Racun (SAMAR) bersama Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) kembali mengeluarkan pernyataan sikap. Selain memprotes keberadaan limbah PT Raya Utama Makmur (RUM) juga mempertanyakan pemberitaan di media massa terkait langkah aparat kepolisian yang akan menindak tegas pelaku pengrusakan di PT. RUM.

Dalam seruan yang tertuang di surat pernyataan sikap bersama tertanggal 25 Februari 2018 tersebut, aliansi Sukoharjo Melawan Racun (SAMAR) ditegaskan bahwa tindaka anarkis itu akibat dari tuntutan masyarakat tak digubris. Tuntutan itu seputar limbah polusi berbau busuk yang dihasilkan PT. RUM.

Sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman yang diteken pada 19 Januari 2018, PT RUM berjanji akan menutup dan menyetop produksinya jika tak mampu menghilangkan bau busuk dari limbah yang dihasilkan.

Namun faktanya, hingga 23 Februari 2018 bau busuk limbah tetap saja menyebar disebagian Sukoharjo, Jateng.

Bupati Sukoharjo sendiri yang juga turut meneken nota kesepahaman malah kini pergi ke Bali menghadiri Rapimnas PDIP. Padahal sesuai tanggal yang ditetapkan yakni, 23 Februari 2018, Bupati berjanji akan menandatangani SK penutupan PT. RUM.

Kondisi itulah yang menurut aliansi SAMAR mengakibatkan masyarakat terdampak polusi emosi hingga memicu aksi demo besar besaran yang celakanya justru disambut dengan tendangan dan pukulan dari aparat gabungan TNI POLRI.

Beranjak dari hal tersebut, aliansi SAMAR bersama Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) menuntut kepada Polda Jateng dan Polres Sukoharjo mengusut pengrusakan lingkungan dan polusi udara yang dilakukan PT. RUM.

Selain itu juga mendesak kepada Polres Sukoharjo untuk mengusut segera laporan warga bernama Tomo bernomor STTPL/135/XII/2017/Jateng/Res. Skh tanggal 13 Desember 2017 tentang perusakan lingkungan hidup berupa pembuangan air limbah dan baut di Sungai Gupit serta Bengawan Solo. (red/git/han).

Bagikan berita ini
340 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *